Belajar dapat dijelaskan secara umum dan khusus berdasarkan
perspektif masing-masing oleh beberapa ilmuan. Pada bagian ini, belajar didefinisikan secara umum, kemudian dikaji melalui
perspektif yang berbeda-beda berdasarkan teori belajar. Secara umum, belajar dipahami sebagai persisting
change in capability resulting from the learner’s experience and interaction
with the world (Driscoll, 2000: 11). Belajar dalam hal ini dianggap sebagai perubahan kemampuan yang
dihasilkan dari pengalaman dan interaksi dengan
dunia. Belajar juga dipandang sebagai pemerolehan kebiasaan (malaka/habitus)
yang dihasilkan dari tindakan yang berulang-ulang hingga sampai pada bentuk
akhir (Ibn Khaldun, 2015). Kebiasaan dibentuk secara bertahap dari warna jiwa.
Belajar juga dipahami sebagai
perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan seseorang berdasarkan
pengalaman yang diperolehnya (Mayer dan Clark, 2008). Belajar
adalah perubahan abadi dalam perilaku, atau kapasitas untuk berperilaku dalam
suatu kebiasaan yang dihasilkan dari praktik atau bentuk lain dari pengalaman
(Schunk, 2008). Menurut Gagne dkk. (1985: 2) learning is a change in human disposition or
capability that persists over a period of time and is not simply ascribable to
processes of growth. Maksudnya belajar merupakan perubahan dalam watak atau kemampuan manusia
yang bertahan selama periode waktu
dan bukan dipandang
sebagai perubahan dalam proses pertumbuhan fisik.
Dengan demikian, belajar merupakan perubahan
kemampuan
manusia yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman dan interaksi dengan
lingkungan. Perubahan yang dimaksud
adalah perubahan internal yang mencakup pengetahuan, sikap, mental, dan
keterampilan. Perubahan internal merujuk pada perubahan
dari dalam diri peserta didik yang belajar termasuk pikiran, perasaan, dan jiwa
yang terbentuk melalui pengalaman.
MATERI LENGKAP UNDUH DI SINI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar