Kamis, 13 Oktober 2016

Teori Belajar



Belajar dapat dijelaskan secara umum dan khusus berdasarkan perspektif masing-masing oleh beberapa ilmuan. Pada bagian ini, belajar didefinisikan secara umum, kemudian dikaji melalui perspektif yang berbeda-beda berdasarkan teori belajar. Secara umum, belajar dipahami sebagai persisting change in capability resulting from the learner’s experience and interaction with the world (Driscoll, 2000: 11). Belajar dalam hal ini dianggap sebagai perubahan kemampuan yang dihasilkan dari pengalaman dan interaksi dengan dunia. Belajar juga dipandang sebagai pemerolehan kebiasaan (malaka/habitus) yang dihasilkan dari tindakan yang berulang-ulang hingga sampai pada bentuk akhir (Ibn Khaldun, 2015). Kebiasaan dibentuk secara bertahap dari warna jiwa.
Belajar juga dipahami sebagai perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan seseorang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya (Mayer dan Clark, 2008).  Belajar adalah perubahan abadi dalam perilaku, atau kapasitas untuk berperilaku dalam suatu kebiasaan yang dihasilkan dari praktik atau bentuk lain dari pengalaman (Schunk, 2008). Menurut Gagne dkk. (1985: 2) learning is a change in human disposition or capability that persists over a period of time and is not simply ascribable to processes of growth. Maksudnya belajar merupakan perubahan dalam watak atau kemampuan manusia yang bertahan selama periode waktu dan bukan dipandang sebagai perubahan dalam proses pertumbuhan fisik.
Dengan demikian, belajar merupakan perubahan kemampuan manusia yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan internal yang mencakup pengetahuan, sikap, mental, dan keterampilan.  Perubahan internal merujuk pada perubahan dari dalam diri peserta didik yang belajar termasuk pikiran, perasaan, dan jiwa yang terbentuk melalui pengalaman. 

MATERI LENGKAP UNDUH DI SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text