Kamis, 13 Oktober 2016

STRATEGI PEMBELAJARAN KONVENSIONAL



Secara umum, strategi dipahami sebagai cara melakukan sesuatu. Strategi pembelajaran merupakan cara melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah prosedur yang dipilih untuk membantu peserta didik mencapai tujuan atau menginternalisasi konten (Smaldino, Lowther, dan Russell, 2014: 23). Strategi pembelajaran berkaitan dengan media dan teknologi bahkan dipandang menjadi bagian yang integral dalam penerapan strategi pembelajaran.
Dick, Carey, dan Carey (2009:165—166) membedakan antara strategi pembelajaran mikro dan makro. Strategi pembelajaran mikro adalah berbagai aktivitas belajar dan mengajar seperti diskusi kelompok, membaca mandiri, studi kasus, ceramah, simulasi komputer, worksheet, projek kelompok kooperatif, dan sebagainya. Sebaliknya, strategi pembelajaran makro mencakup kegiatan belajar dan mengajar mulai dari tahap awal memberi motivasi kepada peserta didik sampai pada penguasaan topik-topik yang mengantarkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran mikro itulah yang oleh (AT & T dalam Suparman, 2010) menyebutnya sebagai metode pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran makro segala sesuatu untuk menciptakan belajar yang mencakup mendefinisikan tujuan, menulis rencana pelajaran dan tes, memotivasi belajar, menyampaikan konten, melibatkan peserta didik sebagai partisipan aktif dalam proses pembelajaran, mengelola, dan memberi skor untuk mengukur pencapaian hasil belajar (Dick, Carey, dan Carey, 2009:165).
Pada bagian ini, strategi pembelajaran yang menjadi fokus pembahasan adalah strategi mikro yang biasa disebut sebagai metode pembelajaran. Suparman (2012: 252) memandang bahwa metode instruksional adalah cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan) isi atau materi instruksional kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Metode pembelajaran adalah prosedur dan tindakan yang digunakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran (Newby dkk., 2011: 102). Penulis menggunakan istilah strategi pembelajaran dengan maksud untuk memberi penekanan pada prosedur-prosedur yang dapat dilakukan untuk memadukan dengan penggunaan media dan teknologi pembelajaran. Dengan kata lain, bagaimana strategi-strategi yang yang diuraikan di sini dapat didukung oleh media dan teknologi yang dikembangkan dalam buku ini. 
Banyak sekali strategi atau metode yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Di sini hanya membahas dua belas strategi pembelajaran yang dipilih berdasarkan keseringan digunakan baik oleh penulis sendiri maupun oleh beberapa kolega yang sempat diamati atau disaksikan secara langsung pada saat mereka melaksanakan pembelajaran. Adapun strategi-strategi yang dimaksud adalah ceramah, presentasi, demonstrasi, diskusi, latihan dan praktik, tutorial, belajar kooperatif, permainan, simulasi, penemuan, studi kasus, dan penyelesaian masalah. Pembahasan mencakup definisi, langkah-langkah, dan teknologi  yang dapat digunakan untuk masing-masing strategi.  


MATERI LENGKAP DIUNDUH DI SINI


Teori Belajar



Belajar dapat dijelaskan secara umum dan khusus berdasarkan perspektif masing-masing oleh beberapa ilmuan. Pada bagian ini, belajar didefinisikan secara umum, kemudian dikaji melalui perspektif yang berbeda-beda berdasarkan teori belajar. Secara umum, belajar dipahami sebagai persisting change in capability resulting from the learner’s experience and interaction with the world (Driscoll, 2000: 11). Belajar dalam hal ini dianggap sebagai perubahan kemampuan yang dihasilkan dari pengalaman dan interaksi dengan dunia. Belajar juga dipandang sebagai pemerolehan kebiasaan (malaka/habitus) yang dihasilkan dari tindakan yang berulang-ulang hingga sampai pada bentuk akhir (Ibn Khaldun, 2015). Kebiasaan dibentuk secara bertahap dari warna jiwa.
Belajar juga dipahami sebagai perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan seseorang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya (Mayer dan Clark, 2008).  Belajar adalah perubahan abadi dalam perilaku, atau kapasitas untuk berperilaku dalam suatu kebiasaan yang dihasilkan dari praktik atau bentuk lain dari pengalaman (Schunk, 2008). Menurut Gagne dkk. (1985: 2) learning is a change in human disposition or capability that persists over a period of time and is not simply ascribable to processes of growth. Maksudnya belajar merupakan perubahan dalam watak atau kemampuan manusia yang bertahan selama periode waktu dan bukan dipandang sebagai perubahan dalam proses pertumbuhan fisik.
Dengan demikian, belajar merupakan perubahan kemampuan manusia yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan internal yang mencakup pengetahuan, sikap, mental, dan keterampilan.  Perubahan internal merujuk pada perubahan dari dalam diri peserta didik yang belajar termasuk pikiran, perasaan, dan jiwa yang terbentuk melalui pengalaman. 

MATERI LENGKAP UNDUH DI SINI

Silabus Metode Pembelajaran Bahasa Arab



A.   IDENTITAS

Nama Mata Kuliah                      : Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Kode Mata Kuliah                       :  -
Jumlah SKS                                 :  3 SKS
Semester                                      :  IV/V
Kelompok Mata Kuliah               : 
Program Studi                              :
                                                                            
B.   DESKRIPSI MATA KULIAH

Metode Pembelajaran Bahasa Arab adalah mata kuliah yang memadukan antara teori-teori tentang belajar dengan praktik yang berpijak pada Pendekatan Berbasis Pada Guru/Dosen (teacher centered approach) dan Pendekatan Berbasis pada Peserta didik (student centered approach).  Mata kuliah ini diarahkan pada dua aspek fundamental; (1) teori dan konsep tentang aliran belajar seperti behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanism dan (2) praktik pengembangan dan implementasi ragam strategi yang dikembangkan berdasarkan karakteristik peserta didik.  

C.   STANDAR KOMPETENSI

Mata kuliah model pembelajaran pada jenjang pendidikan strata dua (S2) difokuskan pada pemahaman konsep-konsep dan teori dasar belajar, model-model, dan implementasinya dalam pembelajaran dengan standar kompetensi sebagai berikut:
  1. Mengetahui dan memahami konsep, teori, landasan, model-model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik belajar dan pembelajaran.
  2. Memilih model-model pembelajaran berdasarkan karakteristik, bahan, dan tujuan pembelajaran
  3. Menerapkan model-model pembelajaran dengan memerhatikan prosedur dan langkah-langkah sistematis dalam pembelajaran.

D.  KOMPETENSI DASAR 

Setelah memprogramkan dan mempelajari mata kuliah teknologi pembelajaran, mahasiswa S1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dapat memiliki kompetensi dasar (minimal) seperti di bawah ini:
  1. Mengetahui teori-teori belajar yang dapat memengaruhi penerapan model-model pembelajara
  2. Memahami perbedaan konsep model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik  pembelajaran
  3. Mengidentifikasi model-model pembelajaran baik yang bersifat konvensional, pembelajaran aktif, pembelajaran mandiri, dan berjejaring berbasis e-edukasi.
  4. Menyeleksi model-model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan memerhatikan sarana dan prasarana yang memungkinkan dapat menerapkan.   
  5. Mengimplementasi model-model yang sesuai dengan tujuan dan bahan pembelajaran berdasarkan prosedur dan tahapan yang jelas.


E.   INDIKATOR

Mata kuliah model pembelajaran diarahkan untuk membekali peserta didik memiliki pengetahuan tentang model-model pembelajaran mulai dari yang konvensional, pembelajaran aktif, sampai dengan pembelajaran mandiri dan pembelajaran berjejaring dengan indicator pencapaiannya agar peserta didik mampu:
  1. Mendefinisikan belajar menurut aliran behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme.
  2. Menjelaskan konsep tentang model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.  
  3. Membedakan antara pendekatan berbasis pada guru dan pendekatan berbasis pada peserta didik serta berbagai teori yang mendasarinya.
  4. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi model-model pembelajaran termasuk pengertian, dasar pertimbangan pemilihan model, pola dan ciri-ciri model pembelajaran, dan beberapa teori model pembelajaran.    
  5. Mendemonstrasikan model-model pembelajaran berbasis pada guru/dosen dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik termasuk model belajar langsung (direct method). 
  6. Mempraktikkan model-model Pembelajaran Interaktif termasuk Model berbagi Informasi, Model Belajar Melalui Pengalaman, dan model pemecahan masalah.
  7. Menggunakan model-model pembelajaran Aktif dan inspiring.
  8. Mendemonstrasikan model-model pembelajaran konstekstual, PAKEM, pembelajaran mandiri, dan pembelajaran berjejaring.

F.   EVALUASI

Nilai akhir mahasiswa dalam mata kuliah ini adalah jumlah total skor (100%) yang diperoleh melalui berbagai aktivitas perkuliahan selama satu semester yang mencapai angka keseluruhan 200, dengan uraian sebagai berikut:
1.     Partisipasi Umum/ Kehadiran                       20  (10%)       
2.     Projek/Tugas Harian                                     40 (20%)
3.     Makalah dan Laporan Buku                          40  (20%)                              
4.     Mid-term                                                       40  (20%)
5.     Projek Akhir (final Project)                           60  (30%).

G.  TOPIK-TOPIK INTI PEMBAHASAN
  1. Teori-teori belajar: Behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, humanism.
  2. Memahami konsep,  teori, model, pendekatan, strategi, metode & teknik; macam-macam model pembelajaran; dan ciri-ciri model pembelajaran.
  3. Model-model pembelajaran konvenstional berorientasi kognitif: Ceramah, Diskusi (Kelas & kelompok), curah pendapat,  dan Demonstrasi.
  4. Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning): Mengapa menggunakan CTL, konsep dasar, komponen, prinsip, dan skenario CTL.
  5. Model Pembelajaran Kooperatif: Mengapa menggunakan model kooperatif, konsep dasar, karakteristik, prinsip, jenis, dan prosedur pembelajaran kooperatif.
  6. Model Pembelajaran Kolaboratif: Mengapa menggunakan pembelajaran kolaboratif, konsep dasar, perbedaan dan persamaan antara pembelajaran kooperatif  dan kolaboratif, penerapan model pembelajaran kolaboratif.
  7. Model Pembelajaran Saintifik (Scientific Learning Approach): Mengapa menggunakan pendekatan saintifik, konsep dasar, prinsip, langkah dan strategi penerapan pendekatan saintifik.
  8.  Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry-Based Learning): Mengapa menggunakan model IBL, konsep dasar, prinsip, langkah dan strategi penerapan IBL.
  9. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM):  Mengapa menggunakan PBM, konsep dasar, karakteristik, prinsip, dan strategi penerapan PBM.
  10. Model Pembelajaran Berbasis Projek (PBP): Mengapa menggunakan PBP, konsep dasar, prinsip, dan implementasinya dalam pembelajaran.
  11. Model Pembelajaran Tematik: Pengertian, landasan, karakteristik, dan implementasinya dalam pembelajaran.
  12. Model PAKEM: Mengapa menggunakan PAKEM, konsep dasar, karakteristik, dan strategi implementasinya dalam pembelajaran.
  13. Model Pembelajaran Mandiri: Mengapa menggunakan pembelajaran mandiri, konsep dasar, ragam pembelajaran mandiri, bahan, dan strategi penerapannya dalam pembelajaran.
  14. Model Pembelajaran Berjejaring: Mengapa menggunakan model pembelajaran berjejaring, konsep dasar, e-learning, pendidikan jarak jauh, teknologi pendukung dan strategi penerapannya.

H. DAFTAR PUSTAKA

Cleverly, Dankay. Implementing Inquiry-Based Learning in Nursing. New York: Routledge.  2003.

Johnson, Elaine B. Contextual Teaching and Learning, Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: MLC, 2007.

Kagan, Spencer dan Kagan, Miguel. Kagan Kooperative Learning. San Clemente: Kagan Publishing.2009.

Slavin, Robert E. Cooperative Learning, Second Edition. Massachusetts: Allyn & Bacon. 1995.

Rusman. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Edisi Kedua. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2013.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berbasis Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group. 2013.

Suparman, Atwi. Model-model Pembelajaran Interaktif: Jakarta: STIA-LAN Press, 1997.

Yaumi, Muhammad. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran: Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Jakarta: Prenada Media Group. 2014.


 
 

Sample text

Sample Text

Sample Text